Manfaat Kurma

Bukan hanya batang, daun-daun dari pohon kurma juga digunakan sebagai hiasan untuk perayaan nasional dan keagamaan. Untuk tujuan yang lebih praktis, daun-daun ini digunakan untuk membuat atap pelindung, tikar, tirai, dan keranjang. Sapu dibuat dengan memotong daun-daun kecil dan mengikatnya bersama-sama. Seluruh daun digunakan untuk membersihkan dinding dan langit-langit serta menghilangkan jaring laba-laba. Kipas tangan kecil dianyam dari daun-daun kecil pohon kurma, dan sangat menyegarkan saat disiram air di musim panas.

Ketika dedaunan telah dipisahkan dari helai daunnya, tulang daun yang tersisa digunakan untuk membuat furnitur sederhana, kotak, atau kandang. Dasar daun yang besar dan lebar digunakan sebagai bahan bakar, dan dahulu kerap digunakan sebagai material untuk menulis. Sementara itu, serat dari selubung daun tua, yang mengeliling pangkal daun, biasanya dimanfaatkan untuk membuat tali, karpet, hingga perlengkapan kapal dan jaring untuk pelaut. Karena rasanya tawar, serat ini juga digunakan untuk menutupi sayuran yang diawetkan dalam toples agar tetap terendam dalam cairan, dan dimasukkan ke dalam teko kopi Arab besar untuk menyaring kopi saat dituang. Duri panjangnya pun umum digunakan sebagai jarum serta paku.

Menariknya, teknologi modern telah menemukan cara baru untuk memanfaatkan pohon ini. Daun yang diolah bersama cangkang kacang tanah dan tongkol jagung digunakan untuk membuat papan isolasi, dan pangkal daun ditemukan sebagai sumber pulp selulosa yang baik, yang digunakan untuk membuat tongkat jalan, sapu, pelampung pancing, dan bahan bakar.

Bahkan, biji kurma yang biasanya dibuang juga memiliki manfaat. Beberapa orang mengolahnya menjadi kopi palsu dengan cara memanggang dan menggiling biji kurma. Selain itu, biji kurma yang digiling halus biasanya juga dicampur dengan tepung untuk membuat roti saat krisis pangan melanda. Ada pula yang merendam biji kurma dalam air hingga lunak kemudian diberikan kepada hewan ternak. Biji kurma yang dikeringkan dan digiling halus ditambahkan ke pakan ayam. Tak hanya itu, biji kurma juga dapat dijadikan arang yang baik dan di masa lalu biji kurma diikat menjadi kalung dan digunakan sebagai alat hitung dalam permainan anak-anak.

Baca Juga  Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

“Pohon kurma yang telah ditanam sejak 2400 SM dipuji dan dihargai, seperti yang terlihat dari gambar dan patung peradaban kuno Sumeria, Asiria, Babilonia, dan Mesir, serta kemudian oleh Yunani dan Romawi yang mendiami wilayah Mediterania… Pohon kurma merupakan sumber makanan utama, dan produk turunannya dapat dimanfaatkan dalam berbagai barang, mulai dari konstruksi hingga pakaian,” tulis Al-Yahyai dan Manickavasagan.*