SELASARNEWS.COM – Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter fisik dan kimia yang mencerminkan tingkat kematangan buah. Pemilihan jeruk di pasar sebaiknya tidak hanya mengandalkan rasa subjektif. Pertimbangkan juga indikator ilmiah seperti warna kulit, ukuran, serta keseimbangan gula dan asam. Parameter-parameter ini banyak digunakan dalam industri buah segar untuk memastikan jeruk yang dipasarkan memiliki kualitas konsumsi yang optimal.
Aroma juga menjadi indikator penting dalam menilai mutu jeruk manis. Zeb dan rekan dalam penelitian Sweetness Classification of Orange Cultivars Using Sensory and Spectroscopic Approaches menjelaskan bahwa aroma khas jeruk berasal dari senyawa volatil yang terbentuk selama pematangan. Jeruk dengan aroma segar dan kuat umumnya memiliki keseimbangan gula dan asam yang baik. Tidak heran jeruk dengan kritria itu menghasilkan rasa manis yang lebih disukai konsumen dibandingkan jeruk yang aromanya lemah atau asam menyengat.
Dari sisi kimia buah, Rahman dalam kajian Chemical Quality Attributes of Sweet Orange Juice menekankan bahwa Total Soluble Solids (TSS) atau derajat Brix merupakan parameter utama dalam menilai tingkat kemanisan jeruk. Nilai TSS yang tinggi menandakan kandungan gula yang lebih besar. Sementara rasio TSS terhadap keasaman (TSS/TA) digunakan oleh industri dan peneliti untuk menentukan kelayakan jeruk sebagai buah konsumsi segar maupun bahan olahan.






