Kurkumin dalam Kunyit Superantioksidan dari Dapur

SELASARNEWS.COM –

Kunyit (Curcuma longa) tidak hanya menjadi bumbu andalan di dapur. Rimpang ini juga dikenal sebagai salah satu tanaman obat paling banyak diteliti. Senyawa aktif utamanya, kurkumin, memberikan warna kuning khas dan menjadi pusat perhatian ilmuwan karena aktivitas biologisnya yang kuat.

Kurkumin termasuk kelompok polifenol yang memiliki kemampuan antioksidan sangat tinggi. Alasannya karena mampu menangkal radikal bebas dan melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Ravindran dan rekan dalam Turmeric: The Genus Curcuma menyebut kurkumin sebagai “golden molecule” berkat spektrum manfaat farmakologisnya yang luas.

Secara biologis, kurkumin berperan sebagai antiinflamasi alami. Mekanismenya bekerja dengan menghambat jalur NF-κB, sebuah jalur sinyal yang memicu peradangan kronis di tubuh. Aggarwal dan Harikumar dalam Biochemical Pharmacology, menunjukkan bahwa kurkumin menekan aktivasi protein-protein inflamasi sehingga membantu meredakan proses inflamasi pada berbagai kondisi degeneratif. Efek antioksidan dan antiinflamasi inilah yang membuat kurkumin banyak diteliti untuk kesehatan sendi, metabolisme, hingga pencegahan penyakit kronis.

Baca Juga  Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan: Apa Kata Riset?