Panen Raya Tri Wacu Wacu Berhasil Capai 264 Ton, Infrastruktur Irigasi Jadi Penopang

SELASARNEWS.COM, BUTUR – Petani di Desa Tri Wacu Wacu, Kabupaten Buton Utara berhasil mencatatkan hasil panen yang menggembirakan pada Musim Tanam (MT) I Tahun 2026.

Dari luas lahan panen mencapai 66,5 hektare, produksi gabah kering diperkirakan mencapai 264 ton.

Capaian tersebut merupakan hasil dari program Luas Tambah Tanam (LTT) yang didukung oleh keberadaan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Infrastruktur pengairan tersebut menjadi penopang utama kebutuhan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Ketua Kelompok Tani Sari Nadi, Ketut Sudana, mengatakan keberadaan JIAT telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas padi. Menurutnya, petani kini dapat menanam tepat waktu tanpa terlalu bergantung pada curah hujan.

“Saluran irigasi air tanah sekarang menjadi andalan kami. Meski musim kemarau, kebutuhan air untuk tanaman padi tetap terjaga sehingga pertumbuhan tanaman lebih stabil dan risiko gagal panen jauh berkurang,” ujarnya saat panen raya berlangsung (2/6/2026).

Ia mengungkapkan, selama ini petani di Desa Tri Wacu Wacu umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun karena keterbatasan pasokan air.

Saat ini kata dia, desa tersebut memiliki dua unit JIAT yang mampu melayani sekitar 20 hektare lahan sawah, sementara total Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai 90 hektare.

Karena itu, para petani berharap pemerintah dapat menambah lima unit JIAT agar seluruh lahan sawah dapat terlayani dan intensitas tanam dapat ditingkatkan.

“Semoga pemerintah dapat menambah lima unit JIAT lagi sehingga seluruh lahan sawah yang ada bisa mendapatkan layanan irigasi secara optimal,” harapnya.

Baca Juga  DPRD Sultra Disebut Lampaui Kewenangan, JPKP Nasional Soroti Mandeknya RDP Kasus Korupsi