Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara, Muh. Martin Natsir, SP., MMA. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian petani Tri Wacu Wacu yang dinilai menjadi bukti keberhasilan program Luas Tambah Tanam pada MT I Tahun 2026.
“Dengan adanya dukungan dua unit Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Tri Wacu Wacu, ke depan kita dapat memperluas areal tanam sehingga produksi padi sawah akan terus meningkat,” kata Martin.
“Dari total produksi sekitar 264 ton dengan luas panen 66,5 hektare, tingkat produktivitas lahan mencapai sekitar 4 ton per hektare”, jelasnya.
Sementara itu, Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara menegaskan bahwa keberhasilan panen raya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus hadir menjawab kebutuhan petani, termasuk melalui penyediaan infrastruktur pertanian yang memadai.
“Termasuk penyediaan infrastruktur seperti jaringan irigasi, terutama jaringan irigasi air tanah yang selama ini menjadi salah satu kendala di kawasan pertanian Kabupaten Buton Utara”, ujarnya.
Oleh karena itu, kata Afirudin pembangunan infrastruktur pertanian menjadi sangat penting untuk mendukung program pemerintah pusat menuju kemandirian pangan.
Panen raya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebagian hasil panen akan disalurkan ke penggilingan lokal, sementara sebagian lainnya disimpan sebagai cadangan pangan.
“Keberhasilan Desa Tri Wacu Wacu menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur pertanian yang tepat sasaran mampu mengubah tantangan musim kemarau menjadi peluang peningkatan produksi pangan”, tutupnya.
Dengan dukungan JIAT dan program LTT, produktivitas pertanian di wilayah tersebut terus meningkat dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Buton Utara. (Azm)







