Kurkumin dalam Kunyit Superantioksidan dari Dapur

Kurkumin juga terbukti memiliki aktivitas hepatoprotektif, yakni melindungi fungsi hati. Penelitian Gupta dan rekan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition menemukan bahwa kurkumin mampu menurunkan stres oksidatif pada jaringan hati serta meningkatkan aktivitas enzim detoksifikasi. Manfaat ini penting terutama pada masyarakat yang sering terpapar polusi, pola makan tinggi lemak, atau bahan kimia sehari-hari.

Dalam bidang imunologi, kurkumin berperan sebagai imunomodulator. Hewlings dan Kalman dalam Foods menegaskan bahwa konsumsi kurkumin dalam dosis teratur membantu menyeimbangkan respons imun. Tidak berlebihan tetapi tetap efektif melindungi tubuh dari infeksi. Penelitian lain oleh Goel dan rekan dalam AAPS Journal, mengungkapkan bahwa kurkumin dapat meningkatkan efektivitas sistem kekebalan dengan menstimulasi aktivitas sel imun tertentu.

Meski demikian, kurkumin memiliki kelemahan utama yakni bioavailabilitas rendah karena hanya sedikit yang diserap tubuh. Oleh karena itu, peneliti menyarankan konsumsi bersama piperin dari lada hitam untuk meningkatkan penyerapannya hingga 20 kali lipat seperti hasil penelitian Shoba dan rekan dalam Planta Medica. Dengan landasan ilmiah yang kuat, kurkumin layak disebut superantioksidan dari dapur. Aromanya memberi cita rasa, sedangkan kandungan aktifnya memberi perlindungan menyeluruh bagi tubuh. (Naya Maura Denisa)

Baca Juga  Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan: Apa Kata Riset?