Dari sisi pengobatan tradisional, buku “Medicinal Plants and Traditional Medicine: Moringa Chapter” terbitan Springer, Singapura, 2018, mencatat bahwa daun kelor kerap digunakan sebagai tonikum alami untuk penderita anemia. Kandungan zat besi yang tinggi serta vitamin C dalam daun kelor membantu mempercepat penyerapan dan pembentukan sel darah merah. Keunggulan itu menjadikan kelor sebagai salah satu sumber nutrisi nabati terbaik untuk membantu mengatasi anemia ringan hingga sedang.
Selain itu, kandungan antioksidan kuat dalam kelor menjadikannya tanaman pelindung sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Senyawa polifenol dan flavonoid yang melimpah terbukti memiliki efek protektif terhadap jaringan tubuh, sehingga berpotensi menurunkan risiko penyakit degeneratif. Dengan dukungan riset dan bukti klinis yang terus berkembang, daun kelor semakin layak diangkat sebagai tanaman obat tropis unggulan yang manfaatnya luas dan teruji ilmiah. (Naya Maura Denisa)






