Sembilan Tahun Beroperasi, Pasar Pribadi di Kalibu Dinilai Hanya Untungkan Pribadi

SELASARNEWS.COM, BUTUR – Keberadaan pasar pribadi di Desa Kalibu, Kecamatan Kulisusu kembali menjadi sorotan masyarakat.

Setelah kurang lebih sembilan tahun beroperasi, aktivitas pasar tersebut dinilai hanya menguntungkan pihak pribadi dan tidak memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Masyarakat menyebut selama bertahun-tahun perputaran uang di pasar tersebut cukup besar.

Pendapatan diperoleh dari sewa lapak, parkir, hingga pungutan harian pedagang yang nilainya diperkirakan mencapai dua digit juta rupiah setiap bulan.

Jika dihitung dalam setahun, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, aktivitas ekonomi tersebut disebut tidak pernah memberikan pemasukan bagi desa.

“Pasarnya ramai terus, pedagang banyak, uang yang berputar juga besar. Tapi desa tidak pernah merasakan hasilnya,” ujar salah satu masyarakat Kalibu (23/5/2026).

Sorotan masyarakat semakin menguat setelah Pemerintah Desa Kalibu resmi membentuk pasar desa yang kini dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pasar desa itu diproyeksikan menjadi pusat ekonomi masyarakat sekaligus sumber PADes yang hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan dan kebutuhan warga.

Warga menilai jika sejak awal aktivitas pasar dikelola secara resmi oleh desa, maka hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung kegiatan ekonomi warga.

Baca Juga  Lahirnya Pasar Resmi Desa Kalibu di Picu Penutupan Sepihak Pasar Pribadi