Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Pada tahun 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan serta distribusi papan interaktif digital ke ratusan ribu sekolah.
Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa, pelatihan, serta peningkatan tunjangan. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada guru honorer melalui insentif bulanan.
Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif, serta penerapan berbagai program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pramuka, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kelima, perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif melalui berbagai layanan, seperti sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, serta pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Rahman menegaskan, keberhasilan seluruh kebijakan tersebut sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni pola pikir (mindset), mental, dan misi yang kuat.
“Tanpa tiga hal itu, kebijakan pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Rahman mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita bersama membangun pendidikan yang lebih baik demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
Upacara Hardiknas 2026 di Buton Utara diikuti oleh pelajar dari jenjang SD, SLTP, hingga SMA. Turut hadir Sekretaris Daerah Buton Utara, Dandim 1429 Buton Utara, para kepala OPD, serta tokoh masyarakat. (Jh)








