Ia menjelaskan, gerakan kolektif yang dilakukan oleh paguyuban sangat berpotensi memiliki pengaruh yang besar untuk membangun kualitas sumberdaya manusia dan daerah, dengan gerakan itu mahasiswa bisa saling memberikan penguatan keilmuan yang bervariasi.
Hari ini kekuatan skala individu mulai tenggelam maka harus ada gerakan yang secara bersama-sama untuk menunjukkan kualitas dan juga kuantitas kelembagaan untuk membuktikan kepada masyarakat.
“Kita harus sadari bahwa kekuatan terbesar mahasiswa tidak lagi bergantung pada diri sendiri, demikian kita harus bangun gerakan itu secara kolektif melihat kesadaran mahasiswa secara individu mulai terkikis oleh pengaruh digital,” bebernya.
Untuk memulai itu setiap lembaga harus mampu membuat kegiatan atau program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan setiap mahasiswa yang terhimpun didalam nya. Karna dengan gerakan yang dilakukan secara kebersamaan kekuatan itu jauh lebih besar nilainya.
“Kolaborasi dan silahturahmi antar paguyuban harus ada, terutama para pemimpin harus bisa terbuka pikiran untuk tidak menutup komunikasi antar sesama lembaga-lembaga walaupun keterbatasan mahasiswa yang terbilang aktif di lembaganya,” tegasnya.
Dalam hal ini Arjun yang juga merupakan Founder Lapak Literasi Butur mengajak seluruh paguyuban untuk senantiasa berkolaborasi mulai dari kegiatan internal ataupun kegiatan yang itu sifatnya untuk membangun kedaerahan.
Dirinya optimis apalabila adanya gerakan kolektif yang terbangun antar lembaga mengantarkan pintu kemahasiswaan itu ke ranah yang lebih produktif dan memiliki pengaruh nilai yang besar ke pada masyarakat Buton Utara.
“Harapan terbesar adalah paguyuban yang ada di butur mulai sadar bahwa kehadiran mereka itu sangat penting dan berpengaruh untuk masyarakat dan juga daerah Buton Utara,” tutupnya.









