Menurutnya, liga alumni merupakan ajang kekeluargaan yang harus dijalani dengan menjunjung tinggi sportivitas, bukan semata-mata mengejar prestasi.
“Liga Alumni ini adalah kompetisi dalam bingkai kekeluargaan. Jangan menciptakan euforia yang berlebihan. Mari jadikan kegiatan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan sekaligus memajukan SMAN 1 Kulisusu agar terus menjadi ikon pendidikan di Kabupaten Buton Utara,” ungkap Arwis.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Kulisusu, Diwan Dini, mengatakan momentum Liga Alumni merupakan kesempatan untuk mengenang masa-masa sekolah sekaligus mempererat tali silaturahmi antaralumni.
“Dalam momentum silaturahmi ini, mari kita mengenang masa-masa SMA dan memperkuat kebersamaan. Saya mengajak seluruh alumni untuk terus menegakkan slogan kita, ‘To Saade’,” ujarnya.
Diwan juga menyampaikan bahwa sejak berdirinya pada tahun 1988, SMAN 1 Kulisusu telah melahirkan 39 angkatan alumni.
Ia mengenang kepala sekolah pertama, almarhum La Ode Umar, hingga kepala sekolah saat ini, Arwis, yang terus berupaya memajukan sekolah tersebut.
Diakhir sambutannya Diwan juga tidak lupa mengajak seluruh alumni untuk mengambil peran dalam mendukung pembangunan Kabupaten Buton Utara melalui kontribusi pemikiran, tenaga, maupun kolaborasi yang bermanfaat bagi daerah.
Dengan semangat persaudaraan yang terus dijaga, Liga Alumni SMAN 1 Kulisusu Ke-VIII diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat solidaritas alumni serta membangun sinergi untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan di Kabupaten Buton Utara. (JH)








