Masyarakat Kalibu Minta Pemda Butur Segera Tertibkan Pasar Pribadi

SELASARNEWS.COM, BUTUR – Polemik Pasar Sore Kalibu di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Pemerintah Desa Kalibu menggelar rapat musyawarah di Balai Desa Kalibu, Sabtu (23/5/2026).

Musyawarah tersebut membahas persoalan pasar pribadi yang dinilai bertabrakan dengan keberadaan Pasar Desa Kalibu yang telah resmi dibentuk dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sekretaris Desa Kalibu, Ilman Nasruka, mengungkapkan bahwa sebelumnya ada perwakilan pihak pemilik lahan pasar pribadi yang datang menemui PJ Kepala Desa Kalibu untuk membahas polemik pasar tersebut.

“Yang datang bukan pemilik lahan, tapi perwakilan pemilik lahan bertemu PJ membahas soal polemik pasar pribadi,” ungkap Ilman.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Kalibu telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan pasar desa, termasuk kerja sama penggunaan lahan selama lima tahun sebagai tahap uji coba awal.

“Saat ini kita uji coba dulu lima tahun. Pasar desa dikelola BUMDes. PADes bapak ibu sendiri yang akan rasakan, hasilnya akan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ilman, potensi pendapatan desa dari pengelolaan pasar sangat besar apabila seluruh aktivitas perdagangan terpusat di pasar resmi desa.

“Kita sudah uji coba kemarin hampir dua digit hasilnya selama satu bulan. Itu baru dua usaha pasar. Kalau hanya satu pasar, tidak menutup kemungkinan bisa tiga digit dalam setahun,” katanya.

Dalam forum tersebut, masyarakat juga menyampaikan dukungan terhadap keberadaan pasar desa resmi yang dinilai lebih jelas legalitas dan manfaatnya bagi masyarakat.

Salah seorang warga, Babe menilai pengelolaan pasar oleh desa melalui BUMDes akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Misalnya pasar lama ada 60 penjual dalam satu hari, tinggal dikali per bulan dan per tahun. Itu baru bicara retribusi penjual, belum parkir. Begitu pentingnya pasar resmi yang dikelola desa lewat BUMDes untuk kemaslahatan kita,” ujarnya.

Baca Juga  KDMP Waode Angkalo Jadi Wakil Butur pada Launching Nasional Koperasi Merah Putih

Meski demikian, ia menilai dua pasar sebenarnya masih bisa berjalan apabila memiliki komoditas yang berbeda.

“Bisa dua pasar, tapi dengan komoditas berbeda. Kalau komoditasnya sama, tentu tidak akan maksimal,” katanya.