“Kuncinya inovasi di lapangan. Dengan keterbatasan yang ada, kita bisa memaksimalkan sumber-sumber pendanaan lainnya, termasuk yang bersumber dari APBN, untuk mengatasi persoalan jalan kabupaten,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres fisik pekerjaan preservasi ruas jalan Wamboule–Lanosangia telah mencapai 100 persen. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai membawa dampak positif bagi aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jalan tersebut. Selain mengurangi debu, kondisi jalan yang lebih baik juga memangkas waktu tempuh perjalanan.
“Masyarakat sangat bersyukur karena jalan ini sudah dibangun. Sekarang tidak lagi berdebu dan waktu tempuh menjadi lebih cepat. Meski masih tersisa beberapa kilometer menuju Labuan, harapan kami jalan penghubung Kulisusu Utara hingga Wakorumba Utara bisa dibenahi tahun ini,” ungkapnya.
Diketahui, kegiatan preservasi jalan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp22.845.900.000.
Ruas Wamboule–Lanosangia merupakan salah satu jalur strategis di Kabupaten Buton Utara yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah. (Azm)







