Sudah Saatnya Pelayanan Kesehatan di Butur Berbenah

SELASARNEWS.COM – Pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator utama kualitas kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat. Di tingkat daerah, puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

Karena itu, setiap persoalan yang muncul dalam pelayanan kesehatan tidak boleh dipandang sebagai hal sepele, melainkan sebagai peringatan serius yang harus segera ditindaklanjuti.

Belakangan ini, sorotan masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas Bonegunu dan Puskesmas Labaraga menjadi bukti bahwa masih terdapat persoalan mendasar dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Buton Utara (Butur).

Keluhan warga terkait lambatnya penanganan, keterbatasan fasilitas, hingga kendala operasional seperti ambulans yang tidak siap pakai menunjukkan bahwa pelayanan belum berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Fenomena ini tidak bisa hanya disikapi dengan klarifikasi atau pembelaan semata. Justru, kritik dari masyarakat harus diterima sebagai bentuk kontrol sosial yang konstruktif.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-hak pelayanan publik, pemerintah dituntut untuk lebih responsif, terbuka, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Perlu disadari bahwa persoalan pelayanan kesehatan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan manajemen, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan anggaran, serta komitmen pimpinan dalam melakukan pengawasan.

Oleh karena itu, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan parsial. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah evaluasi total terhadap kinerja seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun RSUD.

Evaluasi ini tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga menyentuh realitas pelayanan di lapangan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait harus berani membuka data, mengidentifikasi titik lemah, dan menetapkan langkah perbaikan yang jelas serta terukur.

Selanjutnya, kualitas tenaga kesehatan harus menjadi perhatian utama. Profesionalisme, kedisiplinan, dan empati merupakan tiga hal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga medis.

Baca Juga  Uji Polemik Pelantikan Pejabat Eselon II Butur dengan Data, Bukan Prasangka

Dalam banyak kasus, keluhan masyarakat bukan hanya soal keterlambatan pelayanan, tetapi juga sikap petugas yang dianggap kurang ramah atau kurang responsif. Padahal, dalam situasi sakit, pasien dan keluarga sangat membutuhkan pendekatan yang manusiawi.