Fadli menyebut pemerintah masih fokus mengatasi situasi darurat bencana. Sehingga, pemulihan wilayah dan penanganan korban bencana terdampak masih menjadi prioritas utama.
“Tentu hal-hal yang menjadi prioritas pemerintah sekarang ini adalah keselamatan jiwa dari masyarakat yang terdampak. Kemudian yang selamat dan terisolasi juga akses sinyal, komunikasi dan juga kebutuhan-kebutuhan sandang, pangan papan itulah yang paling utama,” ujar dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui jumlah korban jiwa akibat bencana di Pulau Sumatra. Banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, mengakibatkan 811 korban jiwa hingga 3 Desember 2025.
Sementara itu, 623 orang dilaporkan hilang. Data BNPB juga mengungkap ada 2.600 lebih korban luka.
Hingga data ini dirilis, ada lebih dari 1,5 juta masyarakat di Aceh yang mengungsi. Sementara itu, 538.800 lebih masyarakat di Sumatra Utara mengungsi. Kemudian, 106.200 masyarakat di Sumatra Barat mengungsi. (REN)








