“Pemerintah desa memberikan bantuan sebagai fasilitasi sarana yang itu sesuai dengan kebutuhan masyrakat seperti bantuan perikanan dan pertanian dan ini harus tepat dan yang tidak kalah penting adanya pemberdayaan untuk memastikan seperti harapan pemdes,” bebernya.
Selain itu keberadaan bumdes mekar sari berpengaruh pada pendapatan desa, kini bumdes mengelola tiga aspek terutama lapangan futsal, kemudian bumdes membuat usaha ayam pedaging atau ayam potong, dan mengelolah pasar desa.
Bumdes sebagai penggerak ekonomi desa membuat usaha yang bisa berdampak, selain itu kehadiran bumdes menjadi salah satu peluang lowongan pekerjaan bagi masyrakat desa kalibu.
“Bumdes tentu memiliki usaha untuk meningkatkan Pendapatan desa, dengan adanya usaha bumdes setidaknya ini membuka lowongan pekerjaan masyarakat sangat penting memberikan ruang bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan,” ujarnya.
Disisi lain pertumbuhan ekonomi juga bergantung pada masyrakat, hal ini bagaimana masyrakat bisa memfungsikan dengan baik sarana dan prasarana yang ada di desa.
“Masyarakat desa kalibu memanfaatkan bantuan desa dengan bijak, walaupun bantuan akan ada setiap tahunnya, harus juga bisa kreatif dan mandiri, hemat saya jika tidak digunakan dengan tepat ini sama seperti usaha yang akan sia-sia artinya dengan bantuan itu bisa menunjang keberlangsungan ekonomi,” terangnya.
Ia mengungkapkan hal ini bisa menentukan keberlangsungan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pendapatan desa dengan memanfatkan sarana yang ada, pemberdayaan yang berkelanjutan dan kemandirian masyarakat.
“saya percaya desa kalibu bisa menjadi contoh bagi desa lain dengan sumber daya yang ada, tentu ini harus ada peran masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama meningkatkan serta mempertahankan potensi yang ada,” pungkasnya. (Jh)







