Julman menilai, kelompok tertentu kini mulai memainkan isu baru setelah persoalan infrastruktur jalan di Buton Utara terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia menyebut, pembangunan yang tengah dijalankan Bupati dan Wakil Bupati justru dimanfaatkan lawan politik untuk menciptakan kesan bahwa pemerintahan saat ini rapuh dan gagal.
Menurutnya, pola penyebaran isu dilakukan melalui dua metode, yakni lewat media sosial menggunakan akun anonim dan penyebaran dari mulut ke mulut di tengah masyarakat.
“Tujuannya untuk membangun legitimasi bahwa isu di media sosial itu benar adanya. Ini cara-cara lama dan sangat merugikan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi di internal pemerintahan Buton Utara tetap solid. Pemerintah daerah, kata dia, saat ini fokus pada pembangunan dan stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan kebijakan fiskal nasional.
Julman pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dinilai hanya memecah persatuan antar sesama masyarakat Buton Utara.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga daerah ini. Jangan mudah percaya pada isu murahan yang justru merusak persatuan dan menghambat pembangunan daerah,” tutupnya.








