Mengenal Gelung Nusantara, Warisan Budaya yang Tetap Relevan di Era Modern

Sementara itu, kelas umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari teknik dasar bergelung. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk menata rambut, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara khusus.

Belajar dari ahlinya

Workshop ini dipandu oleh Mas Yudin, penata rias senior dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri kecantikan. Ia dikenal luas melalui kontribusinya dalam dunia tata rias tradisional hingga modern, termasuk keterlibatannya bersama Martha Tilaar Group.

“Minat terhadap gelung tidak pernah hilang, bahkan terus tumbuh lintas generasi. Ini menunjukkan bahwa gelung bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan,” ungkapnya.

Ia juga berharap penggunaan gelung dapat semakin melengkapi keindahan wastra Nusantara sebagai identitas budaya.

Mendorong apresiasi budaya

Selain workshop gelung, Galeri Indonesia Kaya secara konsisten menghadirkan berbagai program edukatif lainnya, seperti kelas seni jahit patchwork dan kegiatan budaya lain yang terbuka untuk publik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi masa kini semakin mengenal, mengapresiasi, dan melestarikan budaya Indonesia. Sejalan dengan semangat Raden Ajeng Kartini, upaya ini juga menjadi bentuk dorongan agar perempuan Indonesia terus berkembang tanpa melupakan akar budayanya.

Gelung pun bukan lagi sekadar tatanan rambut tradisional, tetapi simbol identitas, keindahan, dan warisan budaya yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Pelestarian Budaya Daerah Didorong Jadi Pilar Pembangunan Nasional