“Bahan ajar ini dirancang dengan memadukan konten IPAS, kearifan lokal Jepara, serta aktivitas pembelajaran berbasis STEAM yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat layak dengan skor rata-rata 3,83 atau setara 95,75 persen,” paparnya.
Tidak hanya layak secara akademik, bahan ajar ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,86 pada skala kecil, serta peningkatan kategori sedang hingga tinggi pada uji skala besar di dua sekolah.
Temuan ini menegaskan bahwa bahan ajar yang kontekstual dan terintegrasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pendekatan holistik yang diusung juga membantu siswa memahami materi secara lebih menyeluruh dan relevan dengan kehidupan mereka.
Melalui disertasinya, bahan ajar IPAS Pesona Jepara diharapkan dapat menjadi sumber belajar pendamping bagi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran IPAS di sekolah dasar, sekaligus memperkuat integrasi budaya lokal dalam pendidikan. (**)








