Benarkah Presiden Akan ke Butur?

Euforia memang manusiawi. Harapan agar Presiden datang ke daerah adalah hal yang wajar, bahkan sah. Tapi ketika harapan itu tidak diiringi dengan sikap kritis, ia berubah menjadi ilusi kolektif.

Lebih berbahaya lagi, kondisi ini membuka ruang bagi disinformasi untuk tumbuh subur. Informasi yang tidak jelas sumbernya bisa dengan mudah dipercaya hanya karena terdengar meyakinkan atau karena sudah banyak yang membagikan.

Padahal, dalam konteks kunjungan Presiden, kesalahan informasi bukan perkara sepele. Ia menyangkut kewibawaan negara, kredibilitas pemerintah daerah, dan kepercayaan publik itu sendiri.

Jika benar Presiden akan datang, maka pemerintah daerah seharusnya sudah tampil di depan, memberikan penjelasan resmi, sekaligus menyiapkan masyarakat dengan informasi yang jelas dan terukur.

Namun jika tidak ada kunjungan, maka pembiaran terhadap kabar yang terus liar ini justru menjadi bentuk kelalaian dalam mengelola informasi publik.

Pada akhirnya, pertanyaan “Benarkah Presiden akan ke Butur?” bukan hanya soal benar atau tidak. Ini adalah ujian bagi kedewasaan kita dalam menyikapi informasi.

Sebab di era digital, bukan yang paling cepat menyebar yang paling benar melainkan yang paling terverifikasi.

Dan sampai hari ini, Buton Utara masih menunggu satu hal yang paling sederhana, namun paling penting, kejelasan.

Baca Juga  Benarkah Presiden Akan ke Butur?