Pekalongan – Banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, merusak puluhan rumah dan memakan dua korban jiwa. Begini cerita warga terdampak.

“Bertahun-tahun kami di sini, sebelumnya tidak pernah terjadi banjir bandang seperti saat ini,” kata tokoh masyarakat setempat, Simpong Karso (50) kepada detikJawa Tengah saat ditemui di posko pengungsian, Kamis (14/3/2024).

Warga menduga banjir salah satunya akibat tempat penampungan air salah satu pabrik dekat permukiman yang jebol. Lokasi permukiman berjarak sekitar 600 meter dari lokasi pabrik. Warga pun menuntut pihak pabrik bertanggung jawab.

“Masuk ke rumah airnya, setinggi segini ya 150 cm. Air deras banget, mobil saya hanyut sudah ketemu, barang-barang lainnya hanyut juga,” katanya.

Warga rencananya akan melakukan aksi ke pabrik yang saat ini masih dalam taraf pembangunan.

“Kita akan protes, lagian tidak banyak warga sini yang terlibat bekerja juga di pabrik itu. Kebanyakan orang luar kota,” imbuhnya.

Posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/3/2024). Foto: Robby Bernardi/detikJawa Tengah

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar mengatakan banjir bandang diduga akibat penampungan air di pabrik jebol karena tidak bisa menahan banyaknya air akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Ya dikabarkan seperti itu, nanti kita lakukan kajian lebih dalam soal tata ruang. Semoga ini tidak akan terjadi lagi,” kata Yulian saat ditemui detikJawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah Cek Lokasi Banjir

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi turun langsung mengecek lokasi banjir bandang. Pihaknya bakal mengerahkan Brimob dan Sabhara guna membantu proses pembersihan material.

Kapolda juga meminta perusahaan atau pabrik untuk membangunkan kembali rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang, sebagai akibat jebolnya penampungan air di pabrik tersebut.

“Setelah mengadakan identifikasi masalah terkiat dengan banjir di wilayah kita, kita dapat melakukan pendataan terkait rumah yang rusak, yang nantinya hari ini Brimob kita dan Sabhara include dengan TNI akan melakukan pembersihan rumah warga,” jelas Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi banjir di Desa Wangondowo, Kamis (14/3).

Langkah yang kedua, menurut Luthfi, pihaknya akan membantu membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat terdampak banjir bandang.

“Yang kedua, kita akan bangun kembali rumah-rumah yang rusak dan hanyut, serta akan koordinasi dengan pihak perusahan, bertangung jawab akan recovery rumah-rumah, agar warga nanti segera kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, langkah selanjutnya yakni mengantisipasi peristiwa serupa terjadi. Menurut Luthfi, banjir yang terjadi rata-rata merupakan banjir kiriman.

Saat ditanya awak media, banjir yang terjadi diduga akibat jebolnya penampungan air milik salah satu pabrik yang tidak jauh dari permukiman warga, Luthfi menekankan harus segara diperbaiki agar peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi.

“Nanti akan kita lakukan pembetulan ada dua embung (penampungan air pabrik), akan kita recovery lagi,” ucapnya.

Di lokasi yang sama pihaknya juga membuka posko kesehatan untuk layanan kesehatan warga. Pihaknya juga menggandeng perwakilan perusahaan agar bertemu dengan warga.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo mengatakan peristiwa banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, terjadi sekitar pukul 19.00 WIB kemarin.

“Hujan dengan intensitas yang tinggi terjadi, hingga mengakibatkan bencana alam banjir bandang,” kata Budi, Rabu (13/3).

Banjir mengakibatkan 20 rumah rusak berat, 50 rumah rusak ringan, 2 rumah hanyut, 1 jembatan rusak, 1 bangunan TK rusak, dan 2 musala rusak.

“Banjir juga mengakibatkan dua korban jiwa ibu-anak,” jelasnya.

Pihaknya telah membuat posko pengungsian bagi warga yang terdampak. Ada dua titik tempat pengungsian yakni di rumah sekdes dan balai desa setempat.

“Tempat pengungsian di rumah Sekdes Wangandowo, sebanyak 46 orang, didominasi ibu-ibu dan anak-anak, serta di Balai Desa Wangandowo,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau pada warga masyarakat untuk antisipasi adanya banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

sumber : detikjateng.com

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Jawa Tengah, Jateng, AKBP Sigit, AKBP Suryadi, AKBP Erick Budi Santoso, Iptu Mohammad Bimo Seno, Kompol Joko Lelono, AKBP Hary Ardianto, AKBP Bronto Budiyono